Minggu, 12 Februari 2017


1. Sate Ayam Ponorogo


Saingan berat sate ayam madura ini bahkan sudah menjadi ikon resmi makanan khas Kabupaten Ponorogo.Beda antara sate ayam Ponorogo dan madura adalah pada cara memotong dagingnya. Dagingnya tidak dipotong menyerupai dadu seperti sate ayam pada umumnya, melainkan disayat tipis panjang menyerupai fillet, sehingga selain lebih empuk, gajih atau lemak pada dagingnya pun bisa disisihkan.
Perbedaan berikutnya adalah sate Ponorogo melalui proses perendaman bumbu (di”bacem”) agar bumbu meresap ke dalam daging. Sate daging, usus, dan kulit dibumbui dengan bumbu kecap dan minyak sayur. Setelah bumbunya merata, sate dipanggang di atas pemanggang sate selama kurang lebih 3-5 menit. Alat pemanggangnya terbuat dari “Anglo” yaitu sejenis tungku pemanggang yang panjang terbuat dari tanah liat. Setelah berwarna kecoklatan, semua sate diletakkan di atas piring untuk dibumbui lagi dengan Bumbu kacang Spesial dan disantap dengan ketupat atau lontong.
Proses pembuatannya itulah yang menghasilkan sate dengan daging ayamnya yang sangat empuk dengan bumbu yang meresap sampai kedalam. Selain sate daging ayam ada juga sate usus, kulit, kepala, calon telur ayam (uritan) dan sate tangkar (tulang rawan/muda). Selain itu, bila tidak dicampur bumbu kacang sate ayam ponorogo tahan disimpan lebih lama, bahkan berhari-hari jika dimasukkan kedalam kulkas.
Di Ponorogo ada beberapa tempat sentra pembuat serta penjual sate ayam yaitu di Jalan Lawu, Desa Setono dan Desa Purbosuman. Daerah jualannya ada disekitar Jalan Gajah Mada, Jalan Jendral Soedirman, dan Jalan Soekarno Hatta. Yang perlu diketahui, sate ayam ponorogo ada dua jenis menurut ukurannya. Yang satu dengan irisan daging yang lebih tebal panjang dan lebar sedang satunya lebih tipis dan kecil, dan tentu saja harganyapun berbeda meski sama-sama enaknya.
Satu hal lagi, Penjual sate ayam dari jalan Wilis dan purbosuman biasanya mempunyai tempat jualan khusus semacam warung atau rumah makan. Sedang penjual sate ayam dari setono sejak dulu lebih suka menjual sate dengan cara berkeliling atau di kaki lima, meskipun sekarang mulai banyak juga yang sudah membuka tempat berjualan yang tetap.

2. Nasi Pecel Ponorogo
Di hampir semua wilayah, utamanya jawa, anda dapat dengan mudah menemui penjual nasi pecel. Mulai yang berharga ribuan satu porsi sampai dengan puluhan ribu. Ada banyak ragam Nasi pecel dengan berbagai macam variasi rasa bumbu pecel dan lauk yang berbeda-beda di masing-masing daerah. Jika lidah anda jeli, anda dapat membedakan rasa khas dari masing-masing bumbu pecel yang disajikan dimasing-masing daerah. Semua menyesuaikan dengan lidah penduduk lokal.
Pun juga di Ponorogo, Anda dapat menikmati nasi pecel disetiap waktu. Mulai pagi, siang, sore bahkan malam sampai pagi selalu ada orang yang jualan nasi pecel.Bagi warga Ponorogo, Nasi pecel menjadi menu yang tak bisa lepas dari keseharian mereka.
Lalu apa yang membedakan nasi Pecel Ponorogo dengan nasi pecel lainnya, semisal nasi pecel Madiun..?
Selain variasi sayur yang dipakai, yang berbeda adalah bumbu pecelnya. Bumbu pecel ponorogo rasanya relatif lebih pedas dari bumbu pecel daerah lain. Selain itu bumbu pecel asli Ponorogo tidak menggunakan kencur seperti bumbu pecel Madiun. Dalam bumbu pecel Ponorogo ditambahkan daun jeruk untuk memberikan aroma harum dan rasa yang segar.


Sate kambing, selain sate ayam banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Tetapi tiap daerah mempunyai rasa dan cara pengolahan yang berbeda, pun juga dengan sate kambing Ponorogo.
Ke-khasan itu terletak pada bumbu dan cara memasaknya, orang Ponorogo cenderung menyukai rasa pedas dan gurih, beda dengan sate daerah lain yang cenderung manis. Jika didaerah lain daging kambing yang disate merupakan daging mentah yang dipotong-potong terus dibakar. Di Ponorogo, sebelum dibakar biasanya daging sudah di “Alupi” atau di rendam sebentar dengan air panas.
Ciri khas lain sate dan gulai ponorogo adalah selalu ada “Rombong”, yaitu tempat menaruh dan menjajakan kuali wadah gulai dan sate di warung. Rombong yang terbuat dari rotan dan bambu ini mempunyai pikulan yang melengkung. Mungkin pada masa lalu sate dan gulai kambing ini dijajakan dengan dipikul berkeliling.
Daging kambing muda yang empuk tanpa lemak disiram dengan bumbu kecap dengan irisan cabe dan bawang merah dihidangkan dengan sepiring nasi gulai kambing.Satu paket biasanya terdiri dari 10 tusuk Sate kambing dan sepiring nasi gulai harganya berkisar 25-30 ribu rupiah, sebanding dengan kelezatan rasanya.

4. Sate Kopok

Sate yang satu ini sesuai namanya tampilannya sambalnya berlendir dengan warna yang agak keputih-putihan, mirip “Kopok” atau lendir telinga. Tetapi jangan salah, meski demikian rasanya sangat nikmat dan gurih. Sate yang khas ini hanya ada di Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo, anda tidak akan menemui sate ini dijual dilain tempat.
Berbeda dengan sate yang lain, sate yang satu ini tidak dibakar atau dipanggang. Tampilan sate kopok yang berlendir dikarenakan sambal kacangnya diencerkan dengan santan kelapa. Sate kopok biasa disajikan dengan sayur yang terdiri dari tolo/loto, tahu dan tempe dengan kuah yang berwarna kuning.
Keberadaan sate yang satu ini sudah cukup lama, bahkan pada masa penjajahan belanda sate ini telah diperjual belikan.
Pasti banyak yang penasaran dengan rasanya. Sayangnya sate yang satu ini agak susah ditemui karena hanya dijual di beberapa tempat yaitu di Pasar Pahing di Kecamatan Balong atau Pasar Wage Kecamatan Jetis.
Nasi tiwul saat ini sangat sulit dicari, bahkan di desa-desa keberadaan nasi tiwul juga jarang
ditemui. Cap “Makanan orang miskin” yang dilekatkan banyak orang dan media membuat banyak orang
menjadi malu untuk makan nasi tiwul. Padahal ditinjau dari kandungannya Tiwul tidak kalah dari
beras.Tetapi kali ini kita tidak akan membahas masalah tiwul dan beras.
Kembali ke topik awal, Tiwul goreng memang sudah lama diakui kelezatannya oleh banyak orang. Sayang karena tiwul susah dicari, nasi tiwul goreng pun menjadi semakin langka.
Tapi jangan salah, Di ponorogo, tepatnya di sekitar Telaga Ngebel, Kecamatan Ngebel Ponorogo. Masih ada beberapa warung yang menjajakan nasi tiwul goreng.
Yang istimewa dari tiwul goreng ngebel adalah bahan dasarnya. Di Ngebel dan sekitarnya Gaplek dibuat dengan merendam singkong yang sudah dikupas di air yang mengalir. Air yang jernih serta belum tercemar di sekitar ngebel menghasilkan Gaplek kualitas terbaik. Makanya, ketika sudah jadi nasi tiwul rasanya enak dan warnanya coklat terang. Tidak coklat tua atau coklat kehitaman seperti tiwul-tiwul dari daerah lain.
Satu lagi yang tidak boleh terlewatkan saat menyantap nasi tiwul goreng di ngebel adalah Ikan “Ngongok” goreng. Ikan yang satu ini adalah ikan endemis telaga ngebel. Jadi anda tidak akan menemui ikan ini di tempat lain. Ikan “Ngongok” mempunyai daging agak tebal dengan rasa yang khas. Tetapi jika ikan yang satu ini habis atau tidak tersedia masih ada ikan nila goreng yang juga tak kalah gurihnya.
Dawet yang berasal dari Desa Jabung Kecamatan Mlarak ini punya sejarah yang cukup panjang. Dahulu berjualan dawet merupakan sarana para perempuan mencari Jodoh. Mereka berjualan dawet dipinggir jalan dan ditempat-tempat keramaian. Cara menyuguhkan dawet jabung adalah sangat Khas. Penjual akan menyuguhkan dawet di dalam mangkok kecil dengan alas sebuah piring kecil atau “lepek”. Kemudian pembeli akan mengambil mangkuk dawetnya. Saat ada pemuda yang berminat menjadikan mereka pendamping, pemuda itu akan mengambil “Lepek” alas dawet bukan mangkok dawetnya. Dan jika gadis penjual berkenan menerima maka lepek itu akan dilepaskan. Sebaliknya jika tidak berkenan maka lepeknya tidak akan dilepaskan.
Sering berjalannya waktu, budaya mencari jodoh dengan berjualan dawet sudah tak lagi dilakukan. Tetapi dawet jabung sendiri telah terlanjur terkenal dan sampai sekarang masih dijual diberbagai tempat di ponorogo. Utamanya didaerah sekitar desa Jabung, sepanjang jalan Ponorogo-Mlarak.
Seperti dawet yang lain dawet jabung terdiri dari Cendol, Santan dan sirup dengan tambahan sedikit air garam. Yang menjadikan Khas rasa dawet jabung adalah sirup yang digunakan. Jika kebanyakan dawet menggunakan gula kelapa atau gula pasir sebagai sirup. Dawet Jabung menggunakan air nira kelapa atau “legen” sebagai bahan dasar sirupnya. Ini yang menjadikan rasa dawet jabung lebih segar. untuk menambah rasa kadang penjual menambahkan buah nangka kedalam sirup yang dibuat.


Cemoe atau Wedang Cemoe adalah sejenis minuman hangat yang berbahan utama roti tawar yang dipotong-potong, kacang goreng, bawang goreng, santan, Jahe dan dikasih daun pandan. Sebagian Cemoe ada yang ditambahkan susu kental manis, mutiara dan kolang-kaling.
Hemm…, dah kebayang rasanya kan ?. Hangat gurih manis dengan aroma yang harum, sangat cocok untuk menghangatkan tubuh saat malam. Makanya minuman ini menjadi primadona bagi banyak orang yang suka menikmati suasana malam. Di Ponorogo anda dapat dengan mudah menjumpai warung yang jual wedang cemoe.
Jenang jika didaerah lain dikenal didaerah sebagai Dodol, adalah makanan yang terbuat dari beras atau ketan yang dimasak dengan gula merah dan santan kelapa. Sedang nama “Mirah” sendiri merupakan nama orang yang merintis usaha pembuatan dan penjual jenang dari Desa Josari Kecamatan Jetis Ponorogo.
Usaha pembuatan jenang oleh Mbah Mirah sudah dimulai sejak tahun 1955. Saat itu Mbah mirah menjajakan jenang dari pasar ke pasar dan dari stasiun ke stasiun (Pada sekitar tahun 1955 – awal 80, jalur kereta api Ponorogo-Madiun masih aktif).Siapa nyana usaha tersebut berkembang dan lestari sampai sekarang. Bahkan mendatangkan berkah perekonomian bagi warga Josari yang sekarang terkenal sebagai sentra industri “jenang Mirah”.
Jenang mirah yang berwarna coklat kehitaman dengan taburan wijen itu terkenal dengan rasanya yang manis, legit dan aromanya yang harum. Hal ini tidak lepas dari penggunaan bahan alami yang bermutu dan tanpa campuran pengawet. Selain itu, cara memasaknya yang masih memakai kayu itu, menambah cita rasa khas gurih dan harum jenang mirah.
Meski tanpa pengawet, Jenang mirah dapat bertahan selama 7 hari untuk jenang yang terbuat dari ketan. Sedang untuk jenang beras hanya mampu bertahan selama 3-5 hari, dan untuk jenang campuran beras dan ketan mampu bertahan selama 5-7 hari.
Maka tak heran jika pada hari-hari biasa jenang mirah selalu laris. Apalagi pada saat libur lebaran jenang mirah selalu banyak diburu oleh penggemarnya baik dari dalam maupun luar kota Ponorogo. Selain karena kelezatannya jga harganya cukup terjangkau oleh berbagai kalangan.
Meski serupa, Serabi ditiap daerah mempunyai cita rasa dan kekhasan tersendiri. Yang membedakan serabi ponorogo dengan yang lain adalah serabi ponorogo biasa disantap dengan kuah santan.
Anda bisa mendapatkan serabi ponorogo di beberapa tempat diseputaran kota. Seperti di depan Masjid Agung Ponorogo dan hampir disetiap perempatan seperti di di perempatan Tonatan, dan perempatan Tambak Bayan di perempatan Pasar Pon, perempatan pabrik es, bundaran timur pasar Legi di Depan Kecamatan kota ponorogo. Dan juga hampir di sepanjang jalan Somoroto-ponorogo. tepatnya didaerah Kerun ayu.
Biasanaya penjual serabi mulai berjualan menjelang subuh.
Sejak dahulu serabi khas ponorogo biasa dijual di pinggir jalan, perempatan dan dekat masjid dan bukannya menjelang subuh sampai sekitar jam 6-7 pagi.Pada dasarnya bahan serabi dan cara masaknya sama. Adonan tepung beras yang dicampur santan, encer mirip membuat jenang sumsum dikasih bumbu garam secukupnya untuk membuat gurihnya lalu dituang di kereweng yang dipanasi bara api dari arang.
Disajikan saat panas di dalam mangkok dan dituangi kuah santan dan gula. Bagi anda yang tidak suka manis bisa hanya memakai santan, dan bila anda tidak suka santan dan manis, Maka anda dapat meminta parutan kelapa muda. Serabi ponrogo paling enak dinikmati ketika panas sambil duduk nongkrong di dekat penjualnya menikmati hangatnya perapian tungku serabi.
Ada banyak alasan mengapa getuk Golan menjadi legenda. Dari segi tampilan dan rasa, getuk Golan memang berbeda dari getuk biasa. Jika getuk biasa adalah olahan singkong yang ditumbuk bersama gula jawa,getuk Golan disajikan bersama ketan/jadah ,taburan parutan kelapa dan cairan gula kelapa yang manis. Daya tarik kedua adalah dari segi harga.bayangkan,di jaman serba mahal ini getuk Golan dapat anda nikmati dengan harga 1000 rupiah. Di sajikan di atas daun pisang, tampilan tradisional sangat kental dirasakan.
Untuk mendapatkan gethuk Golan yang asli, mau tak mau anda harus pergi ke desa Golan.  Dari pusat kota ( Pasar Legi ) lurus ke arah barat krg lebih 5 km hingga perempatan Kerun Ayu, belok ke utara 1 km sampai di desa Golan. Ada plang Getuk Golan di jalan Srikaton , masuk ke arah barat 100 meter. Anda tanya orang saja, banyak yang tahu.
Jika anda tidak berminat pergi ke desa Golan, anda masih bisa menikmati gethuk Golan yang dijual di kota Ponorogo. Tepatnya di jalan Singodemejo atau lebih dikenal dengan nama Jalan Baru, tepatnya disebelah selatan Stadion Batoro Katong Ponorogo. Di penjual yang satu ini ada 5 macam yang ditawarkan dari olahan gethuk. Yaitu Gethuk Ketan, Gethuk Gatot, Gethuk Thiwul, Gethuk Trio dan Gethuk Goreng. Gethuk Golan nan legit penuh histori ini bisa anda dapatkan dengan kisaran harga Rp.1500 hingga Rp.3000 saja.
 MAKANAN YG LAINYA JUGA ADA DI SINI 
  1. Tahu putih dikopyok telur setengah matang yang dicampur dengan bawang, kecap manis dan seledri yang akan membuat kamu ketagiahan untuk memakannya.

Tahu putih dikopyok telur setengah matang
sumber gambar : keepo.me
Kuliner tahu di ponorogo ini dikenal dengan namasego tahu dimana cita rasanya yang akan membuat siapa saja yang mencobanya tidak akan berhenti untuk melahapnya. Campuran nasi putih yang di sajikan dalam bentuk lontong ini sangat menggugah selera makan di tambah dengan bumbu tahu yang ajib luar biasa lezatnya. Selain itu kamu akan dimanjakan dengan olahan tahu putih yang akan dikopyok dengan telur setengah matang yang kemudian di potong-potong dan dicampur dengan taburan bawang goreng serta kecap manis sedap yang akan menambah cita rasa dari sego tahu lebih berasa dan khas. Selain itu pula untuk anda pecinta pedas maka telah di sediakan sambal yang khas ala ponorogo. Penasaran bukan seperti apa sego tahu serta sambal khasnya ini. Makannya untuk kalian yang akan berlibur ke Ponorogo maka jangan  pernah lewatkan jenis kuliner yang satu ini. Dan untuk harganya pun anda tidak usah khawatir, dengan mengeluarkan uang 7000 sampai 8000 saja anda sudah bisa menikamti sensasi dari kelezatan makanan khas ini. Waw terjangkau sekali bukan?
  1. Getuk gulan yang akan memanjakan kamu dengan lelehan gula merah yang ada didalamnya

Getuk gulan yang akan memanjakan kamu dengan lelehan gula merah yang ada didalamnya
sumber gambar : unsyarifa.blogspot.co.id
Makanan khas daro Ponorogo selanjutnya yaitu si getuk gulan yang mantapnya bukan main. Bagi masyarakat Ponorogo tepatnya desa Golan mungkin sudah tidak asing lagi, namun berbeda bagi kamu yang belum pernah mencicipi kuliner manis yang satu ini. Getuk ini sangat berbeda dengan getuk pada umumnya, dimana getuk golan ini di sajikan secara bersamaan dengan sajian jadah, serta parutan kelapa dan lelehan dari gula aren yang akan menambah kemanisannya yang alami. Rasa nya yang khas ini membuat getuk jenis ini agak susah di jangkau keberadaanya di kota Ponorogonya pun sangat langka jika anda menginginkan getuk gulan yang asli, untuk mendapatkannya anda harus pergi ke desa Golan yang terletak agak lumayan jauh dari kota pusatnya Ponorogo. Namun tidak emnjadi hambatan bukan jika anda penasaran ingin mencicipinya. Nah jika anda berniat untuk pergi ke desa Golan ada sedikit bocoran untuk anda, cari getuk Golan Bu Jaminah, beliau merupakan salah seorang pembuat getuk yang paling enak diantara getuk yang lain, dengan berbagai pengalamannya telah membawa getuknya ini menjadi terkenal. Hehe maaf ya bukan promosi, hanya menayerankan saja. Lalu bagaimana dengan harganya?? Cukup saja dengan mempunyai uang 2000 sampai 3000 anda sudah bisa menikamti kelezatan dari makanan khas langka dari kota Ponorogo.
  1. Pecel ala Ponorogo sambal kacamgg kental dengan varian isinya yang beragam

Pecel ala Ponorogo sambal kacamgg kental dengan varian isinya yang beragam
sumber gambar : www.youtube.com
Mungkin anda sudah tergiur dengan nama judulnya saja, gado-gado khas ponorogo ini merupakan sepuluh dari sekian makanan khas dari Ponorogo yang wajib kamu coba. Yang membuat pecel ini berbeda dengan pecel yang lain yakni kacang sambalnya yang kental ditambah dengan sayuran hijau yang lengkap sepeti tauge, mentimun, daun kemangi, petai cina, serta rasanya yang sangat pedas. Dan untuk lauknya sediri anda bisa memilih dengan apa yang anda inginkan, tempe goreng, bakwan serta berbagai gorenagn khas lainnya. Pecel ini biasa disajikan dengan kacang pedas serta tumis mie.
  1. Pentol goreng alun-alun Ponorogo

Pentol goreng alun-alun Ponorogo
sumber gambar : unsyarifa.blogspot.co.id
Tidak afdol rasanya jika anda pergi ke alun-alun ponorogo tanpa mencicipi jajanan khas ini. Pentol atau juga yang pamiliar kita kenal ini adalah Cilok.  Pentol Ponorogo memang terbuat dari tepung ketela pada umunya hanya saja pentol khas Ponorogo ini untuk sambalnya menggunakan saus tomat serta saus cabe yang opedasnya luar biasa, balutan dari telurnya akan membuat cilok tersebut renyah dan gurih. Untuk telurnya pun warga Ponorogo menggunakan telur burung puyuh sehingga memungkinkan rasanya lebih lezat da mantap. Masalah harga tidak harus anda tanyakan lagi, dijamin murah dan sangat memuaskan.
  1. Rujak petis welirang yang nano nano

Rujak petis welirang yang nano nano
sumber gambar : www.transkurir.com
Jika kamu penggemar dari gado-gado maka jangan pernah mengaku penggemarnya jika belum mencicipi rujak petis khas ala Ponorogo. Sekilas tampilan dari makanan khas ini hampir sama dengan gado-gado. Tetapi kenyataannya sangat berbeda. Rujak petis ini mirip dengan rujak cingur asli surabaya hanya saja untuk rujak petis ala ponorogo ini tidak menambahkan dan kaki kambing pada sajiannya. Selain terkenal akan kelezatannya harganya pun tidak akan menguras uang belanja kamu, uang 7000 saja dapat menjadi modal makan siang anda di Ponorogo.
  1. Es dawet jabung murah tapi gak murahan

Es dawet jabung murah tapi gak murahan
sumber gambar : www.pawargo.com
Waw bener nih? Tentu benarlah, di Ponorogo kamu akan dimanjakan dengan salah satu minuman khasnya yakni es dawet jabung asli Ponorogo, dimana es dawet jabung ini berisi sajian cendol, grentol, nangka, dan bubur ketan serta kuah santannya yang snagat gurih ditambah dengan air gula dan sedikit garam yang dapat menggugah selera minum anda menjadi lebih berselera. Dawet jabung ini biasa di sajikan dalam sebuah santapan mangkuk kecil, tenang saja jika anda ingin memsannya tidak usah sungkan untuk memesannya kembali, hargapun tidak akan menjadi permasalahan, dengan uang 2500 rupiah saja anda sudah dapat menikmati sensasi kenikmatan si manis dawet jabung ini.
  1. Es cao alternatif pelepas dahaga panasnya kota Ponorogo di siang hari

Es cao alternatif pelepas dahaga panasnya kota Ponorogo di siang hari
sumber gambar : food.detik.com
sebagai penutupnya akan saya berikan salah satu menu minuman menyegarkan sebagai pelepas dahaga dari kota Ponorogo. Sebut saja Es Cao, minuman ini merupakan salah satu jenis minuman khas ponorogo selanjutnya, perasan jeruk nipis yang menambah cita kesegaran akan membuat semangat serta tenaga baru anda pulih kembali. Es cao ini dapat kamu temui di berabagi warung-warung makanan

 Lentho
Makanan Khas dan Jajanan "Ndeso" yang Masih ada di Ponorogo
Cara pembuatannya, kacang direndam beberapa jam kemudian ditumbuk agak kasar, setelah itu dicampur dengan adonan tepung, parutan singkong, kunyit, bawang daun, daun jeruk purut, cabai, dan garam. Bentuk lentho bulat dan digoreng hingga kecokelatan. Rasanya gurih pedes-pedes gitu gan.. (Kesukaan ane ini) emoticon-Matabelo emoticon-Ngakak

Piya-piya
Makanan Khas dan Jajanan "Ndeso" yang Masih ada di Ponorogo
Piya-piya (di daerah lain biasa disebut bakwan, heci, ote-ote, bala-bala), cuman bedanya kalau yang dari Ponorogo, bentuknya gan. Bikinnya dicetak pake sendok sayur itu lho sambil dicelup ke minyak panas, biar bulet cekung gitu.. kalau anget, pppfffttt mantap gan..

Rimbil
Makanan Khas dan Jajanan "Ndeso" yang Masih ada di Ponorogo
Rimbil termasuk gorengan gan, dibuat dari teri dan kambil (kelapa) makanya dinamakan Rimbil. Sedep gan...

oh iya gan, ane pernah nemu pecel tapi bukan pake nasi..
tapi pake Puli.. Puli itu dari nasi yang masih panas-hangat, trus ditekan-tekan kayak bikin jadah gitu, sampek padat. Mirip jadah, tapi kan jadah dari ketan kan. Kalau puli dari nasi.
Makanan Khas dan Jajanan "Ndeso" yang Masih ada di Ponorogo Makanan Khas dan Jajanan "Ndeso" yang Masih ada di Ponorogo
kalau udah dingin dipotong potong kayak ketupat itu gan/sis..



  1. Utri
    Kue tradisional ini bahan utamanya dari singkong parut yang nantinya dikukus gan. Bahan pelengkapnya adalah gula merah yang telah disisir halus.
    Makanan Khas dan Jajanan "Ndeso" yang Masih ada di Ponorogo


  1. Dawet Jabung
    Makanan Khas dan Jajanan "Ndeso" yang Masih ada di Ponorogo
    Sama sih gan, kayak dawet bisanya, tapi pakai gula aren, kadang ada tape ketan hitam nya, dikasih gempol (bulatan dari tepung beras) juga..
    Dinamakan dawet Jabung, karena asal dari dawet ini berasal dari desa Jabung, Ponorogo.
    Makanan Khas dan Jajanan "Ndeso" yang Masih ada di Ponorogo
    *gempol
    Jajanan yang biasanya ada di tempat orang jualan dawet contohnya, Utri (yang ane sebut diatas), mendut, gandos, brangkal.
    Makanan Khas dan Jajanan "Ndeso" yang Masih ada di Ponorogo
    *ini pas TS nganterin kawan-kawan TS dari Medan dan Surabaya wisata kuliner di Dawet Jabung

    Mendut
    Makanan Khas dan Jajanan "Ndeso" yang Masih ada di Ponorogo

    Brangkal
    Dinamakan brangkal, karena keras gan. Singkong dikukus/rebus, potong tipis-tipis, dijemur, baru dibumbui gurih atau manis, lalu digoreng.
    Makanan Khas dan Jajanan "Ndeso" yang Masih ada di Ponorogo
    yang masih dijemur
    Makanan Khas dan Jajanan "Ndeso" yang Masih ada di Ponorogo
    brangkal yang udah digoreng

    Gandos
    Makanan Khas dan Jajanan "Ndeso" yang Masih ada di Ponorogo
    Dibuat dari ketan hitam, bentuknya bulat. Agak keras trus ditaburi gula putih yang lembut itu lho..


  1. Jenang Mirah
    Makanan Khas dan Jajanan "Ndeso" yang Masih ada di Ponorogo
    Jajanan khas Ponorogo lainnya adalah jenang Mirah. Dinamakan jenang Mirah karena pembuat jenang ini adalah ibu Mirah. Jenang Mirah berasal dari desa Josari. Merupakan makanan khas ponorogo yang dibuat dari beras ketan, gula kelapa dan santan buah kelapa, tanpa bahan pengawet. Jenang Mirah termasuk makanan basah karena hanya tahan satu minggu, kecuali dimasukkan ke dalam lemari es. Jenang Mirah sangat mudah ditemui di toko oleh-oleh khas Ponorogo.


  1. Serabi khas Ponorogo
    Makanan Khas dan Jajanan "Ndeso" yang Masih ada di Ponorogo
    Bedanya, serabi Ponorogo dimakannya pake kuah gan, kuahnya dari santan yang dicampur gula jawa, terus atasnya ditaburi kelapa parut gan..
    Makanan Khas dan Jajanan "Ndeso" yang Masih ada di Ponorogo
    yang ini langganan ane gan, deket kecamatan, harus pagi-pagi. antri pake banget soalnya.


  1. Rangin
    Makanan Khas dan Jajanan "Ndeso" yang Masih ada di Ponorogo
    Ane sih dikasih tau sama ibuk kalau namanya Rangin, entah kalau di daerah agan-sista namanya apa.. yang jelas rasanya enak kalau anget, trus dicocol di gula pasir.
    Bahannya hampir mirip dengan serabi, tapi bentuknya kayak kue pukis gitu. Sekarang di daerah ane udah mulai jarang sih..


  1. Petulo
    Makanan Khas dan Jajanan "Ndeso" yang Masih ada di Ponorogo
    Dari tepung beras, kayak mie gitu gan.. kenyal.. kuahnya santan kasih gula..
    Dulu tiap sore masih sering lewat depan rumah ane gan. Pas hujan-hujan sore, makan petulo anget, enak gan.. tapi sekarang udah jarang, sering ane cari-cari bapaknya yang jualan gan. emoticon-Mewek


  1. Penthol
    Makanan Khas dan Jajanan "Ndeso" yang Masih ada di Ponorogo
    Penthol sih sama aja kayak bakso bulet itu gan.. Cuma di Ponorogo banyak variasi nya. Ada Penthol Kuah, Penthol Corah, Penthol Goreng, Penthol Bakar, Penthol Goreng Puyuh, Penthol goreng tempura, dll..